Rabu, 04 Nov 2026 PolitikEkonomiNasionalHiburanTokoh
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Wamenaker Afriansyah Noor Ajak Pemuda Banyuwangi Garap Pasar Kerja Jepang

✍️ Adi M 🕒 23 Sep 2026 👁️ 30x dibaca
Wamenaker Afriansyah Noor Ajak Pemuda Banyuwangi Garap Pasar Kerja Jepang
Wamenaker Afriansyah Noor Ajak Pemuda Banyuwangi Garap Pasar Kerja Jepang Foto: Koran Jakarta

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong pemuda Banyuwangi untuk memanfaatkan program pelatihan vokasi dan peluang magang di Jepang. Hal ini diungkapkan saat kunjungan ke BPVP Muncar, Banyuwangi, pada Selasa (22/9/2026), dengan potensi gaji bersih Rp21 juta per bulan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda untuk mengoptimalkan potensi bonus demografi di Indonesia. Dorongan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, Magang Hub Nasional dan Magang ke Jepang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (22/9).

Afriansyah Noor menyatakan, bagi generasi muda yang berminat ke luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan pendidikan, pelatihan, serta kompetensi dan keahlian yang memadai. Kementerian itu gencar menggalakkan program tenaga kerja profesional dengan keahlian khusus untuk ditempatkan di negara mitra, salah satunya Jepang.

Di Jepang, para peserta magang dan tenaga kerja Indonesia ditempatkan di berbagai sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi otomotif, pabrik, pertanian, hingga pengemudi, sesuai dengan kompetensi masing-masing dan perjanjian resmi antar-lembaga serta pemerintah.

"Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan," kata Afriansyah.

Wamenaker juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak untuk penempatan di Jepang. "Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang," ujar Afriansyah.

Keberadaan BPVP di Banyuwangi, lanjut Afriansyah, adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan anak-anak muda yang memiliki kompetensi dan kemampuan hebat, termasuk keterampilan bahasa. Kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi disebut relatif baik.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banyuwangi tercatat kisaran 10.000 orang. "Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil, oleh karena itu harus kita dukung," tutur Afriansyah.

Afriansyah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas vokasi secara optimal. Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pengembangan SDM melalui alokasi kuota Pelatihan Vokasi Nasional yang mencapai sekitar 220.000 orang khusus lulusan SMA/SMK. Seluruh pembiayaannya ditanggung penuh oleh negara.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memaparkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di daerahnya berhasil ditekan. Angka TPT menurun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada tahun 2025.

"Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja," kata Mujiono. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan, dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja.

AM
Adi MRedaktur
AM
Arief MunandarEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update