Profil Putrama Wahju Setyawan, Dirut BNI 2026: Karier, Biodata, hingga Harta Rp66 Miliar
Putrama Wahju Setyawan resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) setelah ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
PROLOG.ID - Putrama Wahju Setyawan resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) setelah ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025. Ia menggantikan Royke Tumilaar yang telah menyelesaikan masa jabatannya.
Penunjukan Putrama menjadi pucuk pimpinan BNI menandai kelanjutan karier panjangnya di industri perbankan. Sebelum menduduki posisi Direktur Utama, ia telah memegang sejumlah jabatan strategis di BNI, termasuk Wakil Direktur Utama dan Direktur Retail Banking. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
Lahir pada 1969, Putrama menempuh pendidikan sarjana dan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski memiliki latar belakang akademik di bidang kehutanan, karier profesionalnya berkembang di sektor keuangan dan perbankan.
Selama lebih dari dua dekade berkarier di BNI, Putrama menempati berbagai posisi yang berkaitan dengan manajemen risiko, restrukturisasi kredit, hingga pengembangan bisnis. Pada awal kariernya, ia dipercaya menangani divisi Corporate Remedial and Recovery serta Commercial Remedial and Recovery yang berfokus pada penanganan kredit bermasalah.
Seiring perjalanan kariernya, Putrama kemudian menjabat sebagai Kepala Divisi BUMN dan Pemerintah serta Senior Executive Vice President (SEVP) untuk segmen bisnis menengah.
Pada 2018, ia diangkat menjadi Direktur Bisnis Korporasi BNI. Dua tahun kemudian, Putrama dipercaya menjabat Direktur Treasury dan Internasional yang bertanggung jawab dalam pengelolaan likuiditas dan aktivitas perbankan internasional.
Masih pada 2020, Putrama mendapat amanah sebagai Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Setelah menyelesaikan masa tugasnya di perusahaan penjaminan kredit tersebut, ia kembali ke BNI pada 2022 sebagai Direktur Retail Banking.
Di posisi tersebut, Putrama bertanggung jawab mengawal transformasi layanan nasabah ritel di tengah meningkatnya digitalisasi layanan perbankan. Pada 2024, ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Direktur Utama BNI sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Utama pada 2025.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2023, Putrama Wahju Setyawan memiliki total kekayaan sekitar Rp66,15 miliar.
Sebagian besar asetnya berasal dari surat berharga dengan nilai sekitar Rp37,3 miliar. Selain itu, ia tercatat memiliki lima aset tanah dan bangunan di sejumlah daerah seperti Bekasi, Surakarta, dan Sleman dengan nilai sekitar Rp8,5 miliar.
Putrama juga memiliki sejumlah kendaraan, termasuk Toyota Land Cruiser 70 Troop Carrier tahun 2023 senilai sekitar Rp2,3 miliar serta sepeda motor Harley Davidson XL 1200X Sportster tahun 2013 yang bernilai sekitar Rp350 juta.
Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp522 juta dan kas serta setara kas lebih dari Rp10 miliar. Dalam laporan tersebut, Putrama tidak tercatat memiliki utang.
Biodata Putrama Wahju Setyawan
- Nama lengkap: Putrama Wahju Setyawan
- Tahun lahir: 1969
- Pendidikan: Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Pekerjaan: Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- Jabatan saat ini: Direktur Utama BNI
Perjalanan Karier
- Lebih dari 20 tahun berkarier di BNI
- Kepala Divisi BUMN dan Pemerintah BNI
- Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Menengah BNI
- 2018–2020: Direktur Bisnis Korporasi BNI
- 2020: Direktur Treasury dan Internasional BNI
- 2020–2022: Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
- 2022–2024: Direktur Retail Banking BNI
- 2024–2025: Wakil Direktur Utama BNI
- 2025–sekarang: Direktur Utama BNI
Fakta Menarik Putrama Wahju Setyawan
- Memiliki latar belakang pendidikan kehutanan, tetapi membangun karier di sektor perbankan.
- Berpengalaman lebih dari dua dekade di BNI dengan berbagai posisi strategis.
- Pernah memimpin PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sebagai Direktur Utama.
- Tidak tercatat memiliki hubungan afiliasi dengan anggota dewan maupun pemegang saham utama BNI.
- Memiliki total kekayaan sekitar Rp66,15 miliar berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2023.
