Bahlil Tawarkan Potensi 23 GW PLTA Mamberamo ke Investor
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak investor untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Mamberamo di Papua, yang memiliki potensi hingga 23 gigawatt.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak para investor untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Mamberamo di Papua. Ajakan ini disampaikan Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Selasa.Bahlil mengungkapkan bahwa PLTA Sungai Mamberamo memiliki potensi energi terbarukan besar, mencapai 23 gigawatt (GW). Potensi ini menjadi salah satu peluang investasi strategis di Indonesia."Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua. Sungai Mamberamo itu potensinya 23 gigawatt (GW)," ujar Bahlil. Selain Mamberamo, Bahlil juga menawarkan peluang investasi pada proyek PLTA di Kalimantan, termasuk PLTA Sungai Kayan dengan potensi sekitar 12 gigawatt (GW).Menurut Bahlil, saat ini adalah momentum yang tepat untuk berinvestasi dalam proyek-proyek energi terbarukan. Ia menekankan pentingnya keseriusan investor untuk menanamkan modal di Indonesia."Sekarang jangan tanya sumber daya alam, tetapi saya tanya kepada bapak-ibu semua, apakah serius atau tidak untuk melakukan investasi di Indonesia," kata Bahlil.## Kerja Sama Internasional untuk PLTA MamberamoPeluang pengembangan PLTA Mamberamo juga telah menjadi bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan China. Dalam kunjungan perdananya ke China pada 8, 10 November 2024, Presiden Prabowo menyaksikan kesepakatan penting.Kesepakatan tersebut melibatkan PT PLN (Persero) dengan dua perusahaan besar asal China, yaitu Huawei dan SDIC Power. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung dalam Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing pada Minggu (10/11), bertujuan meningkatkan kemandirian energi Indonesia.Kerja sama antara PLN dan SDIC Power secara khusus berfokus pada pengembangan PLTA Mamberamo di Papua. Kedua pihak juga melakukan studi bersama. Studi tersebut mencakup aspek bisnis, teknis, hukum, serta risiko terkait pengembangan PLTA Mamberamo.
