Senin, 21 Sep 2026 PolitikEkonomiNasionalHiburanTokoh
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Viral, Tabrakan Keras Mobil Listrik BYD Qin L vs Mazda 3 Axela

✍️ Arief Munandar 🕒 22 Jun 2026 👁️ 32x dibaca
BYD vs Mazda
BYD vs Mazda Foto: Istimewa

Sebuah video amatir yang memperlihatkan kecelakaan antara sedan plug-in hybrid BYD Qin L dan mobil bermesin bensin konvensional viral di media sosial.

Jakarta - Sebuah video amatir yang memperlihatkan kecelakaan antara sedan plug-in hybrid BYD Qin L dan mobil bermesin bensin konvensional viral di media sosial. Insiden yang terjadi di Dalian, Provinsi Liaoning, China Utara, itu menjadi sorotan karena menunjukkan perbedaan dampak yang dialami kedua kendaraan setelah benturan keras.

Berdasarkan laporan TT yang dikutip pada Senin, 22 Juni 2026, BYD Qin L mengalami kerusakan parah di bagian depan setelah terlibat tabrakan dengan sudut benturan sekitar 45 derajat (offset impact). Sementara itu, mobil bensin yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dilaporkan terbakar hebat sesaat setelah benturan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang dari kedua kendaraan berhasil keluar dan mengevakuasi diri ke tempat aman sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Dari hasil identifikasi berdasarkan pelat nomor kendaraan, kecelakaan diketahui terjadi di sebuah persimpangan jalan yang basah di Kota Dalian, tepatnya di depan fasilitas cuci mobil Jinghua Car Wash.

Mobil yang terbakar dalam insiden tersebut diidentifikasi sebagai Mazda 3 Axela. Identifikasi dilakukan melalui bentuk jendela samping, lengkungan roda, dan kontur pintu yang masih terlihat sebelum kendaraan hangus terbakar.

Laporan tersebut menyebut benturan dengan sudut 45 derajat menyalurkan gaya tabrakan yang besar melewati zona benturan depan kendaraan. Dampaknya, sistem bahan bakar Mazda mengalami kerusakan yang kemudian memicu kebakaran.

Di sisi lain, meskipun mengalami benturan keras pada area roda depan, paket baterai Blade berteknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) yang terpasang pada BYD Qin L dilaporkan tetap utuh dan tidak mengalami kebocoran termal (thermal runaway).

Sistem keselamatan kendaraan disebut langsung bekerja secara otomatis setelah benturan terjadi. Tahap pertama adalah pemutusan arus tegangan tinggi dalam hitungan milidetik setelah sensor mendeteksi tabrakan, guna mencegah korsleting maupun percikan listrik.

Tahap berikutnya adalah perlindungan pada sel baterai Blade yang menggunakan material Lithium Iron Phosphate (LFP). Struktur baterai tersebut dirancang tetap stabil meskipun mengalami deformasi akibat benturan.

Selain itu, sistem kendaraan juga secara otomatis mengunci transmisi bersamaan dengan mengembangnya kantong udara (airbag), sehingga mobil tetap berada di posisi aman dan tidak bergerak mendekati sumber api di sekitarnya.

Peristiwa ini kemudian menjadi perhatian di kalangan industri otomotif karena dinilai menunjukkan kinerja sistem keselamatan dan protokol isolasi darurat pada kendaraan elektrifikasi saat menghadapi kecelakaan dengan benturan tinggi.

AM
Arief MunandarOwner Media
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update