Senin, 21 Sep 2026 PolitikEkonomiNasionalHiburanTokoh
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Ribuan Pekerja Terancam, Dua Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Dikabarkan Relokasi ke Vietnam

✍️ Arief Munandar 🕒 22 Jun 2026 👁️ 33x dibaca
Ilustrasi - pabrik otomotif
Ilustrasi - pabrik otomotif Foto: Istimewa

Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, dikabarkan akan memindahkan sebagian kegiatan produksinya ke Vietnam.

Jawa Timur - Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, dikabarkan akan memindahkan sebagian kegiatan produksinya ke Vietnam. Rencana tersebut disebut berpotensi berdampak pada ribuan pekerja di Indonesia.

Informasi itu disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, dalam konferensi pers. Menurutnya, kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar komponen otomotif yang memiliki induk usaha asal Jepang.

“Ada dua perusahaan di Pasuruan dan Mojokerto, dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Itu bisa ribuan karyawannya akan terdampak PHK,” ujar Said Iqbal, Minggu.

Meski demikian, Said Iqbal belum mengungkap identitas kedua perusahaan tersebut. Ia hanya menyebut perusahaan yang dimaksud memiliki inisial J dan S.

Menurut Said Iqbal, rencana pemindahan sebagian produksi dilakukan karena prinsipal perusahaan di Jepang berfokus pada pengembangan kendaraan listrik yang dinilai lebih kompetitif untuk dilakukan di Vietnam dibandingkan Indonesia.

“Prinsipal di Jepang akan memindahkan produksi ke negara yang lebih produktif dan fokus pada pengembangan mobil listrik yang dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia,” kata dia.

Ia menjelaskan, relokasi sebagian produksi tersebut juga berkaitan dengan strategi diversifikasi bisnis perusahaan di sektor kendaraan listrik. Selain itu, iklim industri kendaraan listrik di Vietnam dinilai lebih mendukung dari sisi kebijakan sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, rencana pemindahan produksi tersebut disebut masih berada pada tahap pembahasan awal di Indonesia. Said Iqbal mengatakan pihaknya akan mendorong dialog antara perusahaan dan serikat pekerja untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi apabila rencana tersebut terealisasi.

Selain itu, ia berencana melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, guna mencari solusi atas potensi dampak ketenagakerjaan yang dapat ditimbulkan.

AM
Arief MunandarOwner Media
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update