Senin, 21 Sep 2026 PolitikEkonomiNasionalHiburanTokoh
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Pasokan Batubara Aman, Lalu Apa Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir?

✍️ Arief Munandar 🕒 22 Jun 2026 👁️ 48x dibaca
Ilustrasi - petugas PLN mengecek token listrik
Ilustrasi - petugas PLN mengecek token listrik Foto: Istimewa

Jakarta - Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perkotaan di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Pemerintah dan PT PLN (Persero) menyebut gangguan teknis pada pembangkit listrik menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan listrik yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah daerah. Ia meminta PLN segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

"Saya minta PLN segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak adalagi pemadaman. Segera atasi masalah teknis ini, karena masalah teknis semua ini kewenangan dan kendalinya memang ada di PLN," kata Bahlil melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Bahlil membantah anggapan bahwa pemadaman terjadi akibat kekurangan pasokan bahan bakar pembangkit. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan batubara untuk sektor ketenagalistrikan melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan tambang nasional.

Ia menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah mengalokasikan sekitar 180 juta hingga 190 juta ton batubara untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara kebutuhan batubara PLN sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 154 juta ton, dengan kontrak yang telah diamankan sekitar 134 juta ton.

Meski masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton dari kebutuhan tahunan, Bahlil menegaskan bahwa distribusi batubara ke pembangkit merupakan bagian dari tanggung jawab manajemen logistik PLN.

"Teknisnya, untuk sampai di power plan itu bukan tugas Dirjen Menerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," tegas Bahlil.

Secara terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya tengah mempercepat pemulihan sistem kelistrikan, terutama di Pulau Jawa. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan operasional serta penguatan pasokan energi primer.

Menurut Darmawan, PLN bersama perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) sedang mempercepat proses perbaikan pada dua unit pembangkit besar yang mengalami kendala operasional. Namun, ia tidak merinci pembangkit yang dimaksud.

"Kami mengerahkan sumber daya PLN bersama mitra IPP agar proses perbaikan dapat berjalan cepat dan lancar, sehingga pembangkit dapat segera kembali beroperasi dan memperkuat pasokan listrik di sistem Jawa. Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” kata Darmawan.

PLN juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM untuk memperoleh tambahan pasokan batubara kalori menengah (medium rank coal) yang digunakan sejumlah pembangkit strategis.

Darmawan menyebut pasokan batubara tersebut mulai disalurkan ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa, baik milik PLN maupun pembangkit swasta. Di wilayah Jawa Barat dan Banten, pasokan mulai mengalir ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu. Sementara di Jawa Timur dan sekitarnya disalurkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Dengan penguatan pasokan energi primer dan percepatan perbaikan pembangkit, PLN berharap keandalan sistem kelistrikan dapat segera pulih dan pasokan listrik kembali berjalan normal.

“Kami mengapresiasi para pemasok batubara yang sudah mendapatkan penugasan Pemerintah dan bekerja sama dengan PLN maupun mitra pembangkit. Bersama-sama kami mempercepat penyelesaian aspek kontraktual dan logistik agar pasokan dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh pembangkit,” ujar Darmawan.

AM
Arief MunandarOwner Media
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update